Rabu, 04 Maret 2020

Uang Jangan Ditabung, Itu Namanya Menyalahi Kodrat!

Uang Jangan Ditabung, Itu Namanya Menyalahi Kodrat!

Uang Jangan Ditabung, Itu Namanya Menyalahi Kodrat!


Uang Jangan Ditabung, Itu Namanya Menyalahi Kodrat! - Prinsip ini sebenernya sederhana sekali kalau kita coba belajar konsep uang yang sekarang beredar. Uang dan mata uang mulai muncul ketika setiap bangsa mendirikan negaranya sendiri-sendiri. Akhirnya mereka menciptakan alat transaksi pembayaran yang berlaku bagi masing-masing negara. Kita bisa coba sebutkan salah satunya Rupiah di Indonesia.

Jika dirunut sejarahnya memang cukup panjang dan lama untuk dibahas tapi garis besarnya sesuai dengan yang tertera di uang kertas rupiah, bahwa Rupiah diciptakan dan diedarkan sebagai alat Pembayaran yang sah. 

Itu fungsi lho! Artinya uang yang kita miliki di dompet yang masih dalam bentuk uang kertas atau uang logam sejatinya memang dipakai sebagai alat pembayaran. Kok sekarang malah orang seneng nabung duit alias uang?

Logikanya dimana? Sejak kapan uang ditimbun dan disimpan selama 1 tahun, 2 tahun bahkan bertahun-tahun?

Hei manusia flower! manusia +62! Apakah dengan menyimpan uang selama itu membuatmu kaya? Justru terbalik malah semakin membuatmu miskin. Karena nilai uang terus menurun ketika digunakan untuk membeli barang karena adanya inflasi. 

Pembodohan yang masih dianggap benar seolah menutupi keburukan yang terjadi dari konsep uang dan mata uang itu sendiri. Kita terjebak, kita tertipu, secara sadar maupun tidak sadar, secara langsung maupun tidak langsung.

Kemudian sebagai alat transaksi, artinya uang yang kita dapatkan mau tidak mau harus segera dikeluarkan, dimana terjadi transaksi maka harus terjadi perputaran kepemilikan.

Lalu selama ini kita bekerja untuk apa? Untuk hidup, tapi cara menggunakan uangnya yang harus lebih bijak dan terukur. 

Begini caranya kalau mau aman pakai uang. Setiap kali dapat uang dari hasil kerja, jangan ditabung tapi dikonversikan ke bentuk lain yang nilainya cenderung stabil.

Sebelum masuk ke Bab Konversi, perlu diketahui bersama bahwa nilai dan harga itu berbeda, seperti yang dijelaskan Mas Arli Kurnia di Buku Jurus-Jurus Rahasia Arli Kurnia. Bahwa harga adalah nominal atau angka yang harus kita bayarkan dan nilai sesuatu yang melekat pada benda tersebut, artinya setiap orang memiliki nilai yang berbeda ketika melihat sebuah benda.

Aku coba kasih contoh,
Di dealer ada motor Yamaha keluaran terbaru, katakanlah motor matik Mio yang dijual sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Nominal sepuluh juta adalah nilai yang harus kita bayar ke dealer bukan?

Sampai sejauh ini paham? Oke kita lanjut ke nilai.

Suatu saat karena butuh uang cepat dan mendesak, kamu jual tuh motor matik Mio yang udah kamu beli dan pakai selama 1 tahun, kamu jual sebesar Rp 8.000.000,- (delapan juta rupiah) artinya dari 10 juta diawal kamu beli kemudian kamu jual 8 juta setelah 1 tahun penggunaan berarti ada nilai yang turun dari barang tersebut.

Jadi coba berpikir lebih logis, bijak dan terukur. Bahwa uang dan barang-barang konsumtif nilainya cenderung turun (walau di beberapa kasus, barang-barang tertentu memiliki nilai yang tinggi).

Ketika kamu menyimpan uang dalam jangka waktu yang lama atau membeli barang-barang konsumtif lalu kamu menjualnya, bersiap-siaplah akan mengalami penurunan nilai.

Konsep Uang Jangan Ditabung, memang seharusnya kamu gunakan untuk membeli barang-barang yang memiliki nilai minimal stabil di setiap tahunnya atau yang paling bagus nilainya setiap tahun justru bertambah.

Maksud dari menyalahi kodrat ialah karena fungsi dari uang seperti yang dijelaskan di awal ialah sebagai alat pembayaran sebagai alat transaksi pembayaran. Fungsi ini tidak bisa dibantah dan kamu dalam sehari-hari pasti melakukan transaksi yang melibatkan uang.

Kesimpulan di materi kali ini, dipraktekan dan dipikirkan matang-matang. Jangan sampai di penghujung waktu justru kamu kebingungan sendiri melihat fenomena yang terjadi, dimana setiap orang seakan-akan kaya dengan tabungan yang dimiliki tapi sebenernya dia sedang coba memiskinkan nilai uang yang dia tabung karena tergerus inflasi, belum lagi kalau terjadi krisis. Waspadalah!

Kamis, 18 Juli 2019

Distorsi Kehidupan

Distorsi Kehidupan

Distorsi Kehidupan

Karena sejatinya yg kita kejar bukan keinginan tapi kontribusi apa yg sudah kita lakukan. Aku pernah mengasumsikan bahwa kepemilikan harta sama dengan distorsi kehidupan.

Ambil contoh, ketika kita memiliki mobil mewah, kenikmatan apa yg membuat kita merasa sejati? Apakah karena give applause orang lain? Apakah karena penilaian orang lain? Apakah karena kenyamanan yg kita pamerkan?

Sungguh, semuanya bohong. Ketika memiliki mobil mewah justru kehidupanmu beranjak semakin bergelombang tinggi.

Katakanlah mobil porsche yg kita beli 1 miliar, lalu berapakah biaya yg harus kita keluarkan?

- Pajak kendaraan mobil mewah tiap tahun
- Bensin tiap kali dikendarai
- Service berkala tiap bulan
- Ganti Sparepart tiap berapa bulan
- Asuransi mobil mewah tiap bulan

Jika diakumulasikan selama 5 tahun saja, apakah senilai 1 miliar?

Kadang aku juga pernah berpikir hal yg ketika dirunut serupa dengan kasus tadi.

Terjebak dalam kemaksiatan yg membuat banyak orang tenggelam menikmatinya. Saat melihat banyak lelaki hidung belang melampiaskan nafsu seksualnya dengan PSK. Diantaranya banyak juga yg masih bujang namun enggan menikah.

Jika setiap kali hasrat seksual mereka lampiaskan dengan PSK. Jika diakumulasi hampir sama dengan modal untuk menikah.

Mengapa seolah-olah mereka nyaman bercinta semalam singkat dan justru menolak menikah yg halalnya dihalalin.

Kalau difikir biaya yg dikeluarkan sebenarnya bisa dibilang sebanding, bisa juga tidak. Tapi masa depanmu tentu tidak bisa diukur, dan jika rasa candu ditempatkan ditempat yg salah, penyesalan bukanlah solusi dan keadaan untuk memulai tentu menyedot banyak waktu dan tenaga.

Melakukan banyak hal yg sia-sia masih tetap terjadi. Sebenarnya jiwa ini sadar, namun raga rasanya enggak untuk mengikutinya.

Sama seperti aturan, dimana manusia menolak mentaatinya, padahal aturan ada bukan untuk mengatur tapi mengontrol.

Dan salah satu tugas khalifah di muka bumi, mampu mengontrol ego diri agar bisa menyeimbangkan situasi dan keadaan yg ada.

Walau bisa dibilang, aku masih amatiran. Tapi aku jadi semakin tahu bukan sok tahu.

Rabu, 10 Juli 2019

Itulah Perintah dan Larangan dalam Hidup

Itulah Perintah dan Larangan dalam Hidup

Itulah Perintah dan Larangan dalam Hidup
Image from tafsirq.com

Perintah dari unsur katanya memang merujuk kepada sesuatu yg sifatnya tegas dan cenderung memberikan arah. Jadi ketika perintah disampaikan maka aksi nyata menjadi respon yg ditimbulkan.

Larangan lebih kepada sesuatu yg sifatnya menahan diri. Kita harus lebih banyak defense. Karena tekanan justru muncul dalam diri.

Bagian paling tengah adalah pengecualian. Yg kadang memang membolehkan larangan berganti menjadi perintah begitupun sebaliknya. Tujuannya tentu sama, untuk menjaga keseimbangan.

Sesuatu yg dikecualikan tadi adalah hal yg dapat ditawar, dengan hal lainnya, yg manfaat dan ketidak bermanfaatannya bisa ditimbang, lalu dipilih yang terbaik.

Dirimu tak bisa membuat kontradiksi dari hal yg sama. Perintah dan larangan, kebanyakan terjadi justru karena memang keduanya berbeda.

Senin, 08 Juli 2019

Asuransi Kelak Jadi Gaya Hidup atau Kebutuhan Hidup?

Asuransi Kelak Jadi Gaya Hidup atau Kebutuhan Hidup?

Asuransi Kelak Jadi Gaya Hidup atau Kebutuhan Hidup?
Image from car.co.id

Tadi pas liat YouTube ngeliat ada salah satu sambal yg memiliki ide brilian yaitu Pedasuransi, Program Asuransi untuk Rasa Pedas Pertama di Indonesia.

Sekilas menarik sekali dengan konteks yg dibangun. Mungkin ini sebagai bagian strategi marketing untuk meningkatkan kembali branding dan kualitas sambal pedas yg dimilikinya.

Sama halnya dengan F** yg mengklaim sebagai Asuransi Hidup, lalu ada lagi, tapi namanya lupa yg mengklaim sebagai Asuransi Gempa.

Fenomena ini semakin menyadarkan kita, bahwa ada banyak Asuransi yg bisa diciptakan daripada sekedar Asuransi konvensional.

Bahkan mungkin kelak akan ada Asuransi Merk pakaian, Asuransi Makanan, dsb.

Jadi di zaman super digital nanti asuransi sudah menjadi hal lumrah layaknya Asuransi yg biasanya ada ditiket masuk wisata (*kalo gak salah liat).

Perkara dipilih sebagai kebutuhan hidup maupun gaya hidup kembali lagi ke selera kita masing-masing. Yg pasti semua uang yg kita miliki di super digital minim uang cash.

Kenapa? Karena saldo uang kita ditimbun di bank, asuransi, dan uang digital.

Minggu, 07 Juli 2019

Hidup Amatiran

Hidup Amatiran

Hidup Amatiran
Image from nu.or.id

Semakin bertambah umur, memang harus mulai dewasa, matang, bijak dan gak boleh baper.

Perjalanan setelah lebaran adalah sejenak mulai berpikir, bahwa saat ini, kau bertanggung jawab penuh terhadap hati dan pikiranmu,

Ketika tak lagi bertemu teman terdekat ketika sekolah, karena banyak yg sudah bekerja dan berkeluarga, aku tak boleh berharap banyak untuk bisa bersama mereka setiap waktu,

Ketika pekerjaan telah menyita lebih banyak waktumu, maka tak ada lagi waktu bermain-main yg bisa kau maksimalkan, kecuali ketika kau sendirian. Tapi terkadang kesendirian justru memicu masalah,

Kemudian terkait hubungan asmara dengan lawan jenis, yg ada dipikiranku saat ini, menikah atau tidak untuk saat ini. Karena asmara tidak untuk berlama-lama tanpa kejelasan.

Pernah juga ingin kembali ke titik terendah, bukan untuk merendah tapi agar puas merasakan ketidaknyamanan yg terjadi agar esok aku jauh lebih kuat dan lebih rileks menghadapi kenyataan yg penuh ketidakpastian.

Pernah berpikir ingin dihina, diabaikan, direndahkan, disepelekan, dianggap tak berguna dan dianggap kaum kelas bawah. Semua itu terjadi bukan sebagai real condition but reality condition. Karena reality tentu settingan. Sedangkan real itu penuh tantangan.

Bahkan saat ini tak ada sedikitpun berharap kepada manusia, termasuk orang lain yg sedang aku ikhtiarkan untuk menjadi pasangan hidup. Aku melakukannya nothing to lose, agar ketika berada di posisi to lose aku bersiap untuk tulus.

Mengenai pekerjaan, aku memang melakukannya sepenuh hati. Hanya saja belum sepenuh syukur. Karena kadang masih saja bergelut dengan keinginan pribadi yg ingin disegerakan, padahal Allah belum memberikan kekuatan untuk bisa melawan nafsuku sendiri.

Yang aku jalani saat ini, lebih kepada hal-hal yg ingin aku lakukan sebisa dan semampu keadaanku saat ini. Aku tak lagi ambisius mengejar keinginanku yg tak terbatas.
Beribadah dalam Agama dan Komersialisasi Bisnis

Beribadah dalam Agama dan Komersialisasi Bisnis

Beribadah dalam Agama dan Komersialisasi Bisnis
Image from maxmanroe.com

Tadi baca komen salah satu akun blogger yg meretweet tentang setiap jumat gratis BBM 2 liter bagi penghafal Quran.

Seolah-olah menurutnya kenapa cuma islam, harusnya nasrani juga iya hafalin lagu-lagu gereja.

Komentarku terkait hal ini. Aku ingin mengambil sudut pandang dari seorang muslim. Membaca Al Quran dan menghafalnya memang menjadi salah satu bagian dari menjalankan ibadah.

Dimana setiap aktivitas mengaji selain berpahala juga semoga semakin didekatkan kepada ketaqwaan.

Ketika seseorang yg mengaji dan menghafal Al Quran di apresiasi? Si penghafal Al Quran mendapatkan pahala dan semoga semakin didekatkan pada ketaqwaan dan yg mengapresiasi dengan membuat program hafidzh tentu berkesempatan mendapatkan pahala dan kebaikan.

Dua-duanya baik, jika keduanya muslim dan meniatkan karena Allah.

Lalu jika nasrani melakukan hal yg sama, apakah boleh? Tentu jawabannya boleh saja, asalkan tidak memaksa dan tidak mengajak yg bukan nasrani untuk melakukannya.

Justru yg saat ini salah kaprah adalah melabelkan agama dalam bentuk simbol untuk komersialisasi bisnis.

Kasus yg bisa kita lihat secara jelas terkait idulfitri dan natal. Kebanyakan jika saat natal tiba, umat muslim justru diperdandankan dengan atribut natal. Jika saat idulfitri seolah-olah yg tadinya tidak berkerudung menjadi berkerudung hanya memanfaatkan momen.

Bagiku perbedaan dalam beragama dihormati namun dengan batasan-batasan yg membuat kita semakin sadar bahwa agama kita berbeda. Bukan menyatukan perbedaan agama.

Jadi ketika teman-teman nasrani sedang natal, selamat merayakan. Begitupun sebaliknya, ketika teman-teman nasrani melihat teman-teman muslim sedang idulfitri, selamat merayakan.

Jauh lebih menentramkan dengan bahasa yg lebih general dan tidak menimbulkan salah persepi yg berujung konflik.

Pikiran Orang Lain tentang Kerjaan Orang Lain

Pikiran Orang Lain tentang Kerjaan Orang Lain
Image from hidupcu.com

Kemarin malam kebetulan sekali menjadi malam yg mengesankan karena akhirnya bisa bertemu dengan teman satu kelas yg kerja di Jakarta dan mampir ke Jogja. 

Dari obrolan ringan, akhirnya obrolan pun mulai melalang buana ke berbagai topik.

Mulai dari kisah asmara yg berakhir gagal, pekerjaan yg tidak menyenangkan bahkan sampai tekanan pekerjaan yg tidak untuk dijelaskan.

Karena judul ini lebih ke pekerjaan. Maka aku akan coba menjelaskan beberapa hal itu.

1. Pekerjaan bukan untuk dibangga-banggakan kepada orang lain : pekerjaan sejatinya hanya sarana untuk menggapai penghasilan. Sesuatu yg kamu kerjakan itulah pekerjaanmu.

2. Pekerjaan orang lain dimata kita selalu menyenangkan : padahal sebaliknya menurut mereka pekerjaan mereka penuh tantangan. Kita bisa saya melihat enaknya, enaknya jadi PNS, penghasilannya stabil dan dijamin negara.

Tapi dibalik itu pernahkah kita berpikir, pekerjaan yg stagnan atau monoton, durasi jam kerja yg saklek, dsb yg bisa saja kita tak tahu dan seolah-olah sok tahu.

3. Pekerjaan yg dilakukan beresiko bagi posisi tempat dia bekerja bahkan nama dia sendiri. Setiap pekerjaan mengharuskan mendapatkan hasil yg memuaskan, kadang masih saja ditemukan trik-trik untuk mengelabuhi, memanipulasi dsb.

Tantangan itu tidak dapat kita remehkan terutama di pekerjaan yg mengharuskan dan menghalalkan itu. Tapi rasa ketidaknyamanan justru akan muncul setelahnya.

4. Pekerjaan orang lain yg kita tahu dan seringkali diremehkan, jangan pernah direndahkan. Jika sudah berpikir semacam itu, kita rentan sekali untuk bersikap sombong dan arogan. Bisa saja dia jauh lebih mulia dengan pekerjaannya karena bebas hutang, bebas riba, dll.

Jika masih saja ada yg menganggap bahwa kemewahan dan kenikmatan dunia sebuah surga yg abadi. Maka aku memilih kemewahan dan kenikmatan sebagai sebuah ujian untuk lebih menyadarkan diri.

Selasa, 27 Maret 2018

Manusia Hidup di dalam Sesuatu yang Hidup

Hidup di dunia ini sepertinya akan terus bergulir sampai saat yang dijanjikan tiba. Tapi tahukah kalian? dimana di bumi yang kita pijaki selalu mengundang tanda tanya seputar dinamika cuaca, iklim dengan alam yang berubah dengan cepatnya.

Source : youthmanual.com
 
Para peneliti coba mengungkapkan bahwa bumi akan terus mengalami perkembangan, hal ini bisa dibuktikan dari perubahan bentuk, perubahan angin dan berbagai perubahan lainnya. Tapi apakah terpikir dalam benak kita bahwa yang terjadi selama ini diakibatkan oleh bumi itu sendiri?

Yang selama ini kita kenal, bumi adalah sebuah planet dan untuk saat ini masih satu-satunya planet di tata surya yang bisa ditempati dan bisa hidup di dalamnya. Bumi sejatinya akan terus berubah sesuai dengan yang diatur oleh Yang Maha Kuasa yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bumi kelak akan dijadikan saksi dihari perhitungan dan akan dijadikan saksi dihari kiamat nanti.

Seperti yang dijelaskan dalam Surah Az Zalzalah ayat ke-4, "Pada hari itu bumi menceritakan beritanya" lalu dilanjutkan ayat ke-5, "karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya."

Tak bisa disangkal bahwa sejatinya manusia itu hidup dalam sesuatu yang hidup seperti saat manusia masih dalam kandungan, masih dalam bentuk janin. Janin di dalam rahim seorang wanita.

Begitupun dengan segala aktivitas yang kita lakukan di dunia, di tempat dimana kita bersembunyi untuk bermaksiat, di tempat dimana kita melakukan keburukan, semua akan terungkap dan dijelaskan dengan sejelas-jelasnya.


Source : sharkamestory.blogspot.com

Begitu juga sebaliknya segala kebaikan yang kalian lakukan, segala ketulusan yang kalian berikan akan disampaikan dengan gamblang. Maka dari itu, mulai dari sekarang cobalah untuk senantiasa berbuat baik dan jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil atom sekalipun.

Mulai dari sekarang berbuat baiklah dengan bumi, termasuk diantaranya alam, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Anggaplah jika sedang turun hujan, bumi sedang sedih (karena gembira ataupun duka); jika sedang mendung, bumi sedang murung; jika kilat menyambar, bumi sedang marah; jika panas terik, bumi sedang bersemangat; jika badai datang, bumi sedang kalut.

Source : zeinguerin.com

Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk dirimu dan bumi yang kau tinggali. Tetaplah bersahabat dengan bumi, kelak engkau akan merasakan kedamaian dan ketentraman hakiki. Bahkan tanpa uang, sejatinya kalian masih bisa ditanggung asupan sehari-hari dari alam yang terhampar. Patut dipertanyakan jika manusia terluka dan putus asa karena uang, berarti mereka meninggalkan eksistensi bumi bagi mereka. 

Rabu, 20 Desember 2017

5 Alasan Mengapa Kita Harus Mencintai Rupiah

Mata Uang Rupiah
Source : economy.okezone.com\5 Alasan Mengapa Kita Harus Mencintai Rupiah

Saat pertama kali mengetikkan rupiah di kolom pencarian ada banyak penjelasan mengenai rupiah sebagai mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tapi kalian tentu belum sepenuhnya tahu bahwa mata uang rupiah sejatinya merupakan refleksi dinamisasi perekonomian leluhur nusantara yang berlangsung lama mulai dari jaman kerajaan hingga saat ini.

Selain itu ada 5 hal yang mendongkrak rupiah tidak hanya sebagai mata uang semata namun juga sebagai bentuk cinta terhadap Indonesia. Rasa cinta itu tertuang di setiap aktivitas rupiah. 

1. Sekilas Keberadaan Mata Uang Rupiah 


Kata rupiah diambil dari bahasa Sansekerta, bahasa leluhur Nusantara yaitu rupya yang berarti perak. Namun seiring waktu dengan pelafalan asli Indonesia kata rupya berubah menjadi rupiah.


De Javasche Bank 5 Gulden
Source : beritaunik.net\De Javasche Bank
Seratus Rupiah Pemerintah Dai Nippon
Source : kompasiana.com\Pemerintah Dai Nippon

Kemudian bangsa penjajah datang dan menginfiltrasi budaya dan perekonomian modern. Penggunaan rupiah sempat hilang dengan munculnya mata uang Belanda, Gulden. Lalu rupiah muncul kembali saat Jepang berada di Indonesia sampai akhirnya rupiah menjadi identitas ekonomi nasional. Inilah rasa cinta rupiah yang pertama dimana keberadaannya masih tetap eksis sampai sekarang layaknya cinta lama bersemi kembali.

2. Transaksi Menggunakan Uang Kertas dan Uang Logam


Mata uang rupiah digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mata uang rupiah terdiri dari dua jenis, yaitu uang kertas dan uang logam. Namun kebanyakan orang lebih antusias menggunakan uang kertas sebagai transaksi jual beli. Padahal uang logam juga sebagai mata uang yang sah.


Uang Kertas Emisi Tahun 2016
Source : blog.pergi.com\Uang Kertas
Uang Logam Emisi Tahun 2016
Source : bali.tribunnews.com\Uang Logam

Alangkah baiknya dalam menggunakan mata uang rupiah, diseimbangkan penggunaan uang kertas dan uang logam dalam kehidupan sehari-hari. Cara yang ideal dalam penggunaan mata uang rupiah adalah dengan menyediakan uang kertas dan uang logam saat bepergian dan beraktivitas. Cinta yang sesungguhnya ialah dengan mendukung penggunaan uang logam dan uang kertas dalam kehidupan sehari-hari kita.

3. Pemersatu Bangsa 


Abad ini yang menyatukan bangsa Indonesia ada 3 hal, diantaranya bahasa, olahraga, dan sosial kemanusiaan. Olahraga dan sosial kemanusiaan menjadi sumbangsih terbesar perekonomian. Nilai ekonomi tentu tak bisa jauh dari yang namanya uang. Kenapa uang? karena uang menjadi hal yang mudah dibagikan dan dijadikan standar dalam menentukan segala macam transaksi.


Rupiah, Negara Kesatuan Republik Indonesia
Source : banknote24.eu\Rupian Nominal 100000 emisi 2016

Entah dalam bentuk tunai maupun non tunai, rupiah bisa menjangkau semua elemen masyarakat. Bisa dibayangkan jika kita tidak memiliki mata uang sendiri atau bahkan ikut-ikutan negara lain menggunakan mata uang mereka. 

Kita tentu tak akan bisa mandiri, tak akan bisa sejajar dengan negara lain di dunia. Karena apa? Karena ketergantungan yang bisa saja sewaktu-waktu menyulitkan perekonomian kita.

Bahkan kita akan direpotkan ketika di setiap pulau, diharuskan berganti mata uang dan menukar mata uang. Maka dari itu, Indonesia menjadikan rupiah sebagai mata uang nasional yang siap bersaing dengan negara lain. Sebagai wujud nyata dari implementasi penggunaan rupiah, pemerintah kemudian menerbitkan UU No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Bersatunya masyarakat Indonesia dengan penggunaan rupiah di berbagai wilayah di Indonesia sebagai bentuk cinta sejati terhadap tanah air. 

4. Prestasi 


Tak banyak negara yang memiliki prestasi dengan karakteristik yang ada pada mata uangnya, tapi Indonesia membuktikan diri bahwa rupiah memiliki karakteristik yang unik dan memiliki daya tarik. 

Salah satu buktinya pecahan nominal 10000 Rupiah emisi tahun 1975. Desain yang menunjukkan lukisan barong dan relief candi Borobudur pernah mendapatkan prestasi sebagai desain terbaik di Asia. Tak hanya itu, menurut moneychoice.org menempatkan desain Ki Hajar Dewantara nominal 20000 keluaran 1998 sebagai desain paling indah nomor satu dari 10 desain uang terbaik di dunia.


Nominal 10000 Desain Barong dan Relief Candi Borobudur
Source : bukalapak.com\Desain Barong
Nominal 10000 Desain Barong dan Relief Candi Borobudur
Source : bukalapak.com\Desain Relief Borobudur
Nominal 20000 Desain Ki Hajar Dewantara
Source : tokopedia.com\Ki Hadjar Dewantara
Nominal 20000 Desain Ki Hajar Dewantara
Source : tokopedia.com\Kegiatan Belajar

Dengan prestasi ini, keraguan kecintaanmu kepada rupiah tentu tak perlu diragukan lagi bukan?


5. Lini Kehidupan


Di bagian ini tentu inti dari segala kebutuhan dan kepentingan sosial kita. Semua orang pasti butuh uang, semua orang pasti butuh rupiah. Seperti lagu dari Rhoma Irama berjudul Rupiah, "Tiada orang yang tak suka, pada yang bernama Rupiah." 


Lirik Lagu Rupiah
Source : snipping from youtube.com\Rhoma Irama-Rupiah

Jaminan mutu lagu tersebut dibenarkan secara nasional. Contoh paling gampang, kalian jika ingin menikah tentu butuh uang alias rupiah bukan? apalagi kalau kalian ingin memberikan mahar. Selain sebagai modal untuk membeli mahar, ternyata rupiah pun sering juga dipakai sebagai mahar. Seperti kebanyakan orang bilang, "Kupinang Kau dengan Rupiah." 

Inilah cinta hakiki yang membuat kita semakin sadar bahwa rupiah akan selalu ada di segala aktivitas hidup kita. 

Itulah 5 Alasan Mengapa Kita Harus Mencintai Rupiah sekaligus menjadi bukti bahwa cinta terhadap rupiah tentu tak boleh pudar. Mencintai bangsa, tanah air, bahasa, dan segala simbol nasional tentu menjadi kewajiban bagi seluruh warga negara termasuk rupiah.

Selasa, 14 November 2017

Tulisan Diciptakan Kekal di Dunia

Tulisan Diciptakan Kekal di Dunia

Tomoisme baru menyadari pentingnya menulis setelah coba merenung dalam-dalam, mengapa segala hal menjadi lebih bermakna dengan tulisan? Keindahan dan keagungan apa yang dimiliki dari sebuah tulisan?


Tulisan Diciptakan Kekal di Dunia


Selalu terbayang dalam benak dan hati, tomoisme lalu mencoba menerawang lebih jauh. Akhirnya tomoisme mempunya alasan terkuat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jawaban ini ditemukan dari hasil summarize kehidupan.


1. Nabi Muhammad SAW 

Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril untuk membaca. Padahal Nabi bukanlah seorang yang pandai membaca, tetapi dituntun oleh Malaikat Jibril untuk membaca, kemudian turunlah surat Al 'Alaq dimana surat pertama menyebutkan kata Iqra atau bacalah. 

Proses membaca diabad ini tentu harus dimulai dengan sebuah tulisan dari rangkaian huruf yang kemudian terciptalah kalimat. Memperkaya pemahaman lewat kosa kata dapat membuat kita semakin berpikir luas. Lewat sebuah tulisan juga memuat pesan.


2. Kitab Suci Al Quran

Sebuah kitab suci yang isi kandungannya sebagai pedoman dasar hidup manusia. Tanpa adanya Al Quran, arah tujuan hidup kita akan hilang dan tak tentu arah. Sebuah kitab ada untuk dibaca, dipahami dan diamalkan. Begitu pula dengan Al Quran, kitab paling sempurna, kita dari Sang Illahi menjadi bukti bahwa penulisan menjadi dasar penting dalam hidup.


3. Kitab Amal di Hari Akhir

Selama menjalani kehidupan di dunia banyak sekali kejadian hidup yang dicatat oleh Malaikat Roqib dan Malaikat 'Atid, segala macam aktivitas kita dicatat dan kelak akan dipertanggung jawabkan di hari akhir. Perwujudan ini tak bisa kita sepelekan dan harus senantiasa berbenah dengan berusaha semaksimal mungkin selama di dunia. 

Maka dari itu, kitab tak akan hilang karena memang sudah ditakdirkan akan menjadi bagian dari kehidupan yang kekal di dunia. Semua orang membutuhkan itu, semua orang perlu itu untuk bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan. Maka dari sekarang tomoisme ingin mencoba memulai menulis agar hidup menjadi lebih berdaya guna dan bisa dinikmati banyak orang.